DOSEN BAHASA ARAB UMI MEMBINA MAJELIS TAKLIM BERBASIS MASJID

Makassar, Liputan7news.com

Umat Islam di Indonesia jika mendengar istilah Majelis Taklim, pasti sudah mengetahui bahwa itu adalah sebuah perkumpulan yang dilakukan oleh sejumlah Muslimin-Muslimat dalam rangka mempelajari tentang sesuatu khususnya ilmu-ilmu Agama. Dan fakta menariknya adalah istilah Majelis Taklim hanya ada di Indonesia saja, karena di negara lain khususnya di Timur Tengah kelompok pengajian biasa disebut Halaqah dan bagi kaum sufi menyebutnya dengan istilah Zawiyah. Demikianlah pengantar Ustadz Bambang Sampurno., S.Ag., M.A mewakili MUI Mamajang ketika membuka acara Pengajian Rutin Bulanan Keluarga Besar Jamaah Masjid AZHAR yang dikenal dengan istilah Majelis Taklim Azhariyah.

Ustadz Fanni Ardiansyah Hafidzahullah selaku panitia yang ditemui di sela-sela acara menyebutkan bahwa Majelis Taklim rutin ini telah diselenggarakan sejak tahun 2015 dan sempat vakum selama masa PSBB dan PPKM akibat Pandemik Covid-19 lalu. Dan kali ini kita aktifkan kembali, karena desakan komponen jamaah yang sudah rindu dengan nasehat-nasehat Agama dari para Alim-Ulama.

Majelis Taklim Azhariyah ini diinisiasi oleh segenap tokoh Agama dan tokoh Masyarakat di Kelurahan Mamajang Luar, sebagai respons atas fenomena keagamaan warga yang mulai tergerus dan cenderung ekstrem akibat perkembangan narasi radikal di sosial media dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini. Olehnya itu, sebagai bentuk kepedulian untuk mencerahkan dan membekali warga dengan pemahaman keagamaan yang memadai, maka dibuatlah kegiatan Majelis Taklim Azhariyah ini. Dan di awal tahun 2022, kami mengundang Ustadz Dr. Ahmad Abd. Razak., Lc., M.A, selaku Narasumber utama yang berbicara tentang tema Riwayat Kepribadian Nabi Muhammad SAW., sambungnya.

Dalam paparan awal Narasumber, beliau menjelaskan secara bahasa tentang istilah majelis dalam bahasa Arab artinya duduk. Majelis adalah bentuk kata tempat atau isim makan dari kata dasar duduk itu. Sedangkan kata taklim berasal dari kata ta’lim adalah bentuk masdar yang berarti pengajaran, asal kata dari ‘allama. Jika kedua kata itu digabung maka bisa berarti _tempat pengajaran._

Terkait tema, Ustadz Ahmad mengawali dengan fase demi fase kehidupan hebat Nabi SAW sehingga terbentuklah kepribadian yang sempurna. Salahsatunya adalah Rasulullah SAW itu mentalnya kuat, teguh dalam pendirian, dan sangat berlemah lembut bagi siapa saja, termasuk kepada musuhnya sekalipun. Inilah kunci kesuksesan dakwah Beliau yang Rahmatan lil ‘alamin.

Dalam akhir pengajian, ustadz Ahmad menitipkan pesan kepada para orangtua, agar ikhlas dan ridha anaknya belajar ilmu Alquran khususnya di Masjid AZHAR atau dimana saja. Sebab hal itu bukan tanpa alasan, melainkan bahwa jika kita mau melihat Akhlak Sejati Rasulullah, maka liat dan tinjaulah Al-Quran Al-Karim, sembari menyitir sebuah hadits dari riwayat Sayyidatuna Aisyah R.A.

Di sesi akhir acara, ustadz Bambang Sampurno mewakili MUI Mamajang hanya mengingatkan kepada seluruh peserta yang hadir dalam majelis taklim Azhariyah bahwa sejatinya Majelis Taklim itu tidak sekedar mengurusi mauidzah hasanah saja, tetapi juga sebagai media Shalawatan, Hadrahan, Dibaan, Ratiban, Barazanjian, Yasinan, Tahlilan, dan lain-lain serta memenuhi seluruh kebutuhan hajat keagamaan masyarakat secara luas.Narasumber (Fanni Ardiansyah)

Opini

Tinggalkan Balasan