Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Peran Pers di Tengah Masyarakat

Oleh : Nursalim, M.Pd
Wartawan : Liputan 7 Provinsi Kepulauan Ri

Pena seorang jurnalis lebih tajam dari seribu bayonet, itulah goresan pena yang mengawali tulisan ini yang dituangkan dalam artikel perdana wartawan liputan 7 Provinsi Kepulauan Riau yang juga sekaligus sebagai Koordinator di Provinsi yang berbatasan langsung dengan Singapur dan Malaysia ini.

Membahas tentang sebuah informasi bagi saya merupakan sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh seorang jurnalis. Jurnalis bukan hanya sebagai gagah-gagahan atau hanya pamer kartu pers tetapi tulisan sekecil apapun kalua itu untuk kepentingan public maka itu harus ditulis dan direspon secepatnya.

Sebagai insan pers jangan hanya mengandalkan pandai menggertak tetapi tulisan tidak ada, jangan timbulkan persepsi ada dengan munculnya istilah puluhan tahun yang lalu, ada wartawan WTB (Wartawan Tanpa Berita) yang hanya mengandalkan kartu sudah bebas berkeliaran masuk keluar kantor tetapi setelah dicari beritanya sekalipun tak pernah ada, maaf ini hanya pengalaman masa lalu yang kutuangkan dalam artikel ini.

Pada era saat ini keadaan boleh berbeda tapi peran seorang jurnalis tak akan lekang oleh waktu dan takkan pudar dengan keadaan. Pada saat ini orang bilang era teknologi dan globalisasi kebutuhan informasi dari seorang jurnalis sangat dinantikan kehadirannya di tengah-tengah masyarakat.

Masyarakat kita sangat haus dengan informasi yang layak di baca dan terpercaya kebenarannya. Dengan hal tersebut masyarakat semakin memahami cara melindungi diri, keluarga, dan lingkungan masyarakat setempat secara tepat.

Seorang insan pers sangat dibutuhkan kehadirannya dengan mengungkap sebuah kata bijak “ Berita itu sekalipun ditulis di belakang punggung onta kalua itu kepentingan publik maka pasti akan dicari dimana berita itu berada”. Karena dengan menciptakan pemberitaan yang menjunjung tinggi etika jurnalistik akan mampu membawa perubahan perilaku masyarakat kea rah yang positif.

Seorang jurnalis yang professional akan selalu bersabar dalam menjalankan tugasnya dengan mengedepanpak kode etik jurnalistik dengan berpedoman pada UU Pokok Pers. Pers sangat dibutuhkan oleh negara sebagai garda terdepan dalam membangun peradaban bangsa. Pers harus diselamatkan karena dia adalah asset bangsa yang tak ternilai harganya oleh bangsa dan negara tercinta ini. Dan saatnya pemerintah perlu memperhatikan dunia pers, kalau perlu menyiapkan insentif setiap wartawan dalam menjalankan tugas yang mulia ini. Tak bisa terbayangkan di benak kami kalau ada seorangpun jurnalis di bumi ini, maka pastilah dunia ini seperti rima yang bertuan.

Lalu, bagaimana dengan strategi insan pers dalam menyampaikan sebuah berita yang actual. Situasi ini menjadi dilematis bagi seorang jurnalis yang biasanya tak pernah mengenal Lelah meski dalam kondisi bagaimanapun.

Wartawan liputan 7 Provinsi kepulauan Riau memberi masukan adar dalam setiap peliputan berita selalu memberikan up date data yang factual dan valid yang dihadapkan pada upaya melakukan perlindungan diri dalam melakukan peliputan yang aman untuk dirinya maupun untuk orang lain termasuk tuga sprofesi wartawan untuk selalu memberikan edukasi kepada masyarakat.

Oleh karena itu, dalam memberikan layanan informasi dan komunikasi masyarakat, penulis baik dari pemerintah, swasta maupun insan pers diharapkan dapat menyampaikan informasi dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami agar masyarakat dapat menerima dan memahami ketentuan dan aturan yang diambil pemerintah. Demikian artikel ini semoga bermanfaat. Salam kompak selalu dimanapun saudara berada.

 

 

 

 

Share:

Tinggalkan Balasan