Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Nostalgia Guru SMA Negeri 28 Batam

KEPRI, LIPUTAN7.COM– Disini saya menjadi guru SMA Negeri 28 Batam, disini saya mengajar sesuai dengan bidangnya, dan guru-gurunya ramah semuanya. Dibanding ketika saya ngajar di dua sekolah sebelumnya yaitu Mts. Raudatul Quran yang taknya di Bidaayu Blok S Kelurahan Mangsang kec. Sungai Beduk. Di sana betul-betul gurunya berkelompok. Yang kepala dan wakil kepala ada tempat khususnya sedangkan guru biasa duduknya dipojok. Yang waka kalau ada kegiatan naik mobil, kalau guru biasa naik motor, sungguh terjadi penganaktirian dengan guru-guru biasa termasuk guru yang baru. Disinggung masalah gaji dia mengatakan gaji yang terendah Rp. 1.200.000 yang terbesar2.300.000,- demikian penuturan Bu Nanda

Di sekolah yang kedua di Yayasan Restu Bunda di Cikitsu Botania Batam Senter, setelah ditanya wartawan koran ini tentang kualitas. Bu Nanda menjelaskan bahwa, bagaimana bias bicara kualitas kalau gurunya saja terkadang ngajar sampai empat mata pelajaran, sungguh memilukan hidup dan nasib kita disana. Tentang penggajian sering macet dan tidak ada penggajian yang jelas, terkadang awal bulan, terkadang pertengahan bulan, dan terkadang akhir bulan, Pimpinan yayasannya sesuka hati menggaji gurunya dengan gaji sebesar Rp. 1.800.000 yang yang laling tinggi 3.000.000.

Nur Asian Syafitri juga menyampaikan unik-uniknya. Dia mengungkapkan bahwa awalnya sebelum masuk di SMA Negeri 28 Batam. Kukira sekolahnya sudah terbangun, ternyata setelah sampai disini hanya ruang guru yang ada. Semua masih ditumbuhi rerumputan, di sini aku bangga, karena sudah seperti rumah sendiri. Guru gurunya baik, sopan dan mudah beradaptasi. Kepala sekolahnya murah senyum, pokoknya disini aku mendapatkan kebahagiaan yang sempurna walaupun gurunya masih baru semuanya.

Dia menambahkan, awalnya sebelum saya tinggalkan kampung saya di Belakang Padang, rasanya terbayang bagaimana ramainya SMA Negeri 28 Batam, ternyata sampai disini aku kaget luar biasa tetapi lama kelamaan akhirnya bias beradaptasi dengan guru dan alam sekitar.

Sebelumnya saya mengajar Di Madrasah Aliah Amanatul Ummah sekitar satu tahun kurang lebih. Saya tinggalkan Madrasah amanatul Ummah karena saya tidak terdaftar di dapodik, sementara saya ini masih mudah masih ingin terus berkarya demi anak bangsa. Untuk apa kita bertahan kalau kita tidak terdaftar di dapodik. Tapi alhamdulillah setelah saya di sekolah ini saya langsung terdaftar di dapodik, hatiku bangga cita-citaku terbayang akan kebahagiaan yang tiada tara.

Dodi salah satu waka kurikum di SMA Negeri 28 Batam juga kepada wartawan liputan 7.com mengatakan saya dulu awalnya ngajar di SMK Pelayaran Nongsa dekat Polda dan ngajar sekitar satu semester saja, dengan gaji Rp. 2,500.000, setelah itu saya pindah ke depok karena sekaligus lanjut S2 di Universitas Indra Prasta PGRI Jakarta. Disana saya di gaji Rp. 3.800.000.,. Dan satu saat saat dihubungi oleh kepala sekolah SMA Negeri 28 batam, untuk mengajar di sekolah ini melalui rekan Slamet di Muhammadiyah Batam. Akhirnya sampai saat ini saya ngajar di SMA Negeri 28 Batam, walau gaji sedikit tapi disini aku Bahagia, karena keramahan gurunya dan para pegawainya.

Lain lagi dengan Mangite Ispaen, dia ceritakan bagaimana sedihnya saat mengajar di SMA Negeri 1 Sewarasan di Kabupaten Natuna, dia dengan sedih dan sekali sekali meneteskan air mata ketika dia wawancara dengan media liputan 7.com. Dia menceritakan saya saat itu masih muda di tahun 2010. Perjalanan dari sekolah saya ke kota Natuna menempuh jarak 12 Jam. Itupun dengan naik kapal barang dengan setengah bulan sekali.

Sedih rasanya waktu oitu. Terkadang sinyal taka da, listrik taka da, dan semua serba kegelapan di waktu malam.

Yang paling sedihnya lagi pernah 5 hari 5 malam tak ada sinya semua ibarat kuburan mati, kita sepertinya kembali ke saman lampau, namun apalah daya demi menjalankan tugas negara sebagai PNS sudah disumpah siap ditempatkan dimanapun di dalam wilayah republic Indonesia.

Dan syukurlah saat ini saya telah di tempatkan di SMA Negeri 28 Batam, mudah mudahan disinilah aku hari ini, dan juga mudah – mudahan disinilah aku sampai pension karena disinilah aku menemukan jiwa yang sejati guru-gurunya kompak, dan sekali bergagi pengalaman baik suka maupun duka.

Share:

Tinggalkan Balasan