BENGKULU- Untuk membangkitkan marwah Pers di Bengkulu, Pengiat Media dan juga Ketua Ormas Front Pembela Rakyat Rustam Ependi, SH sangat menyayangkan insiden yang terjadi antara Anasril Anas dari wordpers.id (WP) dan Patris dari Media Rakyat Bengkulu (RB).
Rustam mengingatkan jika insiden ini tidak cepat diselesaikan akan timbul stigma di publik yang menghalangi tugas jurnalistik bukan narasumber justru sesama insan pers.
“Kan nga lucu yang menghalangi tugas jurnalistik di Bengkulu adalah insan pers. Ini harus cepat demi Marwah pers itu sendiri.” Kata Rustam kepada media, Kamus (31/8/2023) Pukul 16.36 WIB
Rustam berharap tidak ada lagi ego sektoral sesama pengiat pers dan oerusahaan media di Bengkulu. Sehingga fungsi untuk kontrol sosial pers menjadi terabaikan.
“Jangan ada ego merasa paling besar medianya, merendahkan Media lainnya. Sesama jurnalis saling menjaga kode etik jurnalistik. Fungsi utama Pers adalah mengontrol, mengawasi, mengawal kebijakan publik di Instansi pemerintahan, jangan ada kesan Media mem-back up atau diperalat institusi untuk menghalangi tugas jurnalistik Media lainnya.” Harap Rustam
Diberitakan sebelumnya yang dilansir media ini dari wordpres.id,
Lakukan Kegiatan Jurnalistik, Oknum Pimpinan RB Sebut Wartawan Tidak Jelas
Kepahiang, Word Pers Indonesia – Salah satu oknum pimpinan Rakyat Bengkulu (RB) Koran diduga melakukan “intimidasi” ke salah satu wartawan dibawah naungan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) provinsi Bengkulu.
Hal itu terjadi saat wartawan wordpers.id melakukan tugas jurnalistik di salah satu SMP Negeri di kabupaten Kepahiang, Rabu, (30/8/23).
Ketika melakukan kegiatan jurnalistik, Kepala Sekolah meminta wartawan wordpers.id untuk menunjukkan id card agar bisa difoto dan kemudian dikirim ke Oknum Media RB tersebut. Terkesan intimidatif dan ingin menghalangi tugas jurnalistik
“Iko jemonyo,” tulis Kepala Sekolah melalui pesan WhatsApp kepada Patris yang diduga menjabat Redaktur Pelaksana RB Koran.
Tak berselang lama, WhatsApp kepala sekolah tadi pun di saut oleh Patris.
“Wartawan dak jelas ini.” balas Patris. (Red)







