Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Bantuan Kambing Raib, Kandang Kosong Jadi Monumen Sunyi di Bukit Menyan

Kandang Kambing Bukit Menyan

Klarifikasi Kelompok Tani Maju Jaya Dinilai Berputar-putar, Publik Pertanyakan Nasib Bantuan Negara

Kepahiang — Program bantuan peternakan yang seharusnya mendorong kemandirian ekonomi petani di Desa Bukit Menyan, Kabupaten Kepahiang, justru meninggalkan tanda tanya besar. Kandang kambing bantuan pemerintah yang dikaitkan dengan Kelompok Tani Maju Jaya hingga kini tampak melompong — tanpa satu ekor kambing pun di dalamnya.

Bangunan kandang yang berdiri di atas lahan hibah dari ketua kelompok kepada kelompok tani tersebut secara administratif semestinya menjadi aset kolektif. Namun kondisi faktual di lapangan memunculkan kesan kuat bahwa kandang itu lebih menyerupai aset privat ketimbang milik bersama, baik dari segi penguasaan fisik maupun pengelolaan.

Situasi ini memantik pertanyaan publik: ke mana perginya bantuan kambing yang seharusnya menjadi objek utama program? Dan lebih jauh lagi, apakah aset kelompok benar-benar dikelola secara transparan dan akuntabel?

Saat dikonfirmasi awak media, pihak Kelompok Tani Maju Jaya tidak memberikan jawaban yang menjawab inti persoalan. Klarifikasi disampaikan secara berputar-putar, tidak runtut, dan terkesan menghindari substansi. Alih-alih meluruskan persoalan, pernyataan yang disampaikan justru menambah kabut ketidakjelasan.

Sikap ini memunculkan pertanyaan lanjutan di tengah masyarakat: apakah pihak kelompok benar-benar tidak memahami persoalan, atau justru publik yang dianggap tidak perlu mengetahui kebenaran?

Padahal yang dipersoalkan sangat mendasar:
keberadaan kambing sebagai objek bantuan, status hukum dan pengelolaan aset kelompok, serta arah dan keberlanjutan program bantuan tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, tidak ada penjelasan terbuka, tegas, dan bertanggung jawab yang disampaikan kepada publik.

Tanpa transparansi, kandang kosong itu bukan sekadar bangunan tak terpakai. Ia berpotensi menjadi monumen sunyi kegagalan tata kelola bantuan negara — simbol dari program yang kehilangan makna, tujuan, dan akuntabilitas.
Selama pertanyaan publik belum dijawab dan klarifikasi masih kabur, sorotan terhadap Kelompok Tani Maju Jaya Desa Bukit Menyan dipastikan belum akan mereda.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait demi menjunjung prinsip keberimbangan, akurasi, dan kepentingan publik.

Reporter: Eko Suwito
Media: Liputan7news.com

Share:

Tinggalkan Balasan