Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Fasilitas Percepat Transformasi Digital, Diskominfo OKI Gelar Workshop Pengelolaan Website

Dinas Komunikasi dan Informatika percepat transformasi digital melalui workshop pengelolaan website bagi OPD

Ogan Komering Ilir, Liputan7News.Com– Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Dinas Komunikasi dan Informatika percepat transformasi digital melalui workshop pengelolaan website bagi OPD dan Kecamatan untuk integrasi pengembangan e-government dan wujudkan layanan publik berbasis digital yang cepat, berkualitas dan profesional, Rabu (13/10).

Dalam sambutannya Wakil Bupati OKI, H.M. Dja’far Shodiq mengatakan “Terintegrasinya layanan elektronik di Kabupaten OKI ini sehingga mempermudah penyelenggaraan pemerintahan serta diharapkan dapat mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel dan modern karena semua pelayanan administrasi pemerintahan maupun layanan publik akan berbasis digital”, terang Shodiq.

Shodiq menambahkan 4 strategi untuk Perkuat fondasi kolaborasi instansi pemerintah untuk sukseskan Pemerintahan berbasis digital yakni penguatan tata kelola SPBE, pelayanan publik terpadu, penyiapan teknologi digital dan membangun SDM yang kompeten dan inovatif.

“Percepatan transformasi digital saat ini sudah menjadi keharusan dan kebutuhan untuk memberikan pelayanan publik yang lebih cepat dan efektif”, imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilaunching SIPUTRI (Sistem Informasi Pelayanan Publik Terintegrasi), aplikasi berbasis website yang mempermudah akses layanan bagi masyarakat.

Sementara itu, Alexsander Bastomi, SP, M.Si mengatakan Diskominfo menjadi leading sector dan memfasilitasi layanan informasi dan komunikasi publik di OKI.

“Kita akan inisiasi setiap organisasi perangkat daerah untuk penataan sistem manajamen dan proses kerja di lingkungan pemerintah dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi”, kata Alexsander.

Namun yang tak kalah penting, bagi Alex adalah konsistensi dalam memberikan pelayanan digital tersebut.

“Kominfo menjadi inisiator untuk digitalisasi layanan publik dan memfasilitasi bagi instansi yang ingin memulainya namun untuk kewajiban pemeliharaan, konsistensi layanan Digital diperlukan komitemen yang kuat masing-masing instansi”, tambah Alex. (Red)

Share:

Tinggalkan Balasan