MAKASSAR, LIPUTAN7NEWS.COM-
Beberapa orang warga Kelurahan Panambungan, kecamatan Mariso kota Makassar, mendatangi kantor Lurah Panambungan pada hari jumat (04/03/2022), dan ingin menemui Pak lurah ( JUFRI BAKRI, S,Sos ) untuk melakukan protes dan mengeluhkan mengenai Fasum (Fasilitas Umum) berupa Trotoar jalan yang di gunakan oleh Lelaki Tua yang berinisial DL sebagai tempat usaha/jualan di sudut jalan Cendrawasih II, dan jalan Rajawali, karena menurut warga itu sangat mengganggu dan sangat membahayakan karena pejalan kaki yang melintas depan warung DL, harus turun ke badan jalan untuk melintas dan itu sangat membahayakan apalagi di sudut jalan, belum lagi kalau ada pembeli yang singgah dan menggunakan sepeda motor atau mobil dan Parkir kendaraannya pas di depan warung DL, biasa terserempet kendaraan lain dari arah jalan cendrawasih II, menuju atau belok ke arah kanan jalan Rajawali, dan menurut salah satu warga yang mengaku tinggal di Asrama POM ( ASPOM ) SOEGIRI, sering melihat kendaraan saling bersenggolan di depan warung tersebut, dan kendaraan yang dari arah jalan Cendrawasih II, harus hati-hati dan harus ambil haluan full kiri baru belok kanan ke jalan Rajawali, dan salah satu anak muda yang mengaku tinggal di Kompleks Patompo memprotes pohon yang rindang yang di tanam di samping warung DL karena sangat mengganggu dan sangat membahayakan pengguna kendaraan mobil Truck atau mobil Bis yang melintas di pertigaan tersebut apalagi kalau malam hari, itu bisa memecahkan kaca Mobil ” Ungkap pemuda tersebut dengan nada Protes, setelah mendengarkan keterangan pemuda tersebut, salah satu Staff lurah menjelaskan bahwa hari ini pak lurah ada kegiatan Rapat di kecamatan tentang percepatan Vaksinasi mungkin agak sore baru balik ke kantor, jadi saya sarangkan kepada saudara-saudara semua untuk membuat surat pernyataan sikap atau surat somasi tentang hal tersebut supaya pak lurah bisa melakukan schedule untuk persoalan tersebut, dan yang perlu saya sampaikan kepada saudara-saudara semua bahwa beberapa minggu yang lalu saat beberapa RT/RW yang datang menyampaikan Hal tersebut kepada pak lurah, dan pak lurah langsung merespon dan langsung mengajak saya dan beberapa staff yang lain serta RT/RW mendatangi DL, dan Pak lurah mengarahkan DL untuk memangkas Pohon tersebut, dan DL pun setuju, tapi tidak lama DL di telepon sama anaknya yang berinisial RR dan menyerahkan handphone nya ke pak lurah dan terjadi perdebatan mengenai pemangkasan pohon tersebut, dan membuat pak lurah emosi karena anak DL tersebut mengaku bahwa kenal dengan pak camat, dan pak walikota dan rencananya akan melaporkan tindakan pak lurah mengenai pemangkasan pohon tersebut, dan pak lurah awalnya yang sangat kasihan dengan DL karena masalah kemanusiaan, tapi karena anaknya yang sok kenal dan sok jago, membuat pak lurah berubah fikiran untuk membersihkan warung tersebut dan memfungsikan kembali Fasum tersebut sesuai dengan peruntukannya, jadi sekali lagi saya mohon kepada para warga yang keberatan silahkan membuat surat pernyataan sikap atau somasi, dan surat tersebut sebagai pertanggung jawaban pak lurah kepada pimpinan baik pak camat ataupun pak walikota, apalagi DL dan anak-anaknya bukan warga kelurahan panambungan,” ucap Staff lurah tersebut menjelaskan,
Sampai berita ini di muat, Kami dari media LIPUTAN7.NEWS.COM Belum dapat menemui JUFRI BAKRI, S.Sos Selaku Lurah Panambungan untuk melakukan konfirmasi terkait berita ini.
Pewarta : Tim






