Kepahiang– Guncangan alam mencekam menyapa awal tahun 2026! Tanah longsor ganas menerjang Kelurahan Padang Lekat, RT 17 RW 03, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, tepat menjelang Maghrib, Jumat (2/1/2026). Hujan deras tak henti-hentinya jadi pemicu bencana ini, mengubah lereng rawan jadi lautan lumpur yang siap menelan apa saja.Rumah Warga Jadi Korban Utama
Salah satu rumah warga di zona merah longsor porak-poranda ditimbun material tanah raksasa. Kerusakan parah: dinding roboh, atap ambruk, dan barang berharga tercecer.
Alhamdulillah, tak ada nyawa tertimbun – keajaiban di tengah malapetaka!Ketua RW 03 tegas bilang, “Ini murni bencana alam. Tanah labil banget setelah guyuran hujan nonstop.” Warga tak tinggal diam: gotong royong ala Indonesia langsung nyala! Mereka angkat-angkat lumpur, evakuasi puing, demi selamatkan tetangga dan cegah longsor lanjutan.
Suara dari Lapangan
Ketua RT 17, Parlan, bagi cerita eksklusif ke Liputan7news.com: “Kerugian? Sekitar Rp30 juta! Tapi syukur, nol korban jiwa.” Sementara Dopi, keluarga pemilik rumah, berdoa pilu: “Mohon bantuan Pemkab secepatnya. Rumah ini butuh perbaikan darurat!”Respons Kilat dari Pemimpin
Pemkab Kepahiang tak main-main. Bupati H. Zurdi Nata, didampingi Forkopimda, langsung gaspol ke lokasi. Tinjau langsung rumah hancur, koordinasi bantuan awal, dan pastikan warga aman. “Kami di sini untuk rakyat!” pesan Bupati, yang langsung dapat applaus dari warga.Parlan tambah: “Terima kasih banyak buat Bupati dan Forkopimda. Respons super cepat, bikin hati adem!”Peringatan Merah: Waspada!
Cuaca masih galak, hujan deras berpotensi ulang. Wilayah Padang Lekat zona rawan – warga diminta evakuasi dini, pantau BMKG, dan siaga penuh. Jangan sampai longsor kedua!
PEWARTA: EKO SUWITO
EDITOR : JULIYANTI, S.Pd






