Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

HP Murid Hilang di Mes Sekolah, Orang Tua Lapor Polisi

SMKN 5 KEPAHIANG

Sekolah Dinilai Lalai, Dinas Pendidikan Didesak Turun Tangan

Kepahiang — Dunia pendidikan kembali tercoreng. Seorang murid SMK Negeri 5 Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, dilaporkan kehilangan handphone di dalam mes sekolah, area yang seharusnya berada di bawah pengawasan ketat pihak sekolah. Peristiwa ini bukan hanya memicu keresahan keluarga korban, tetapi juga mengundang sorotan tajam publik terhadap sistem keamanan sekolah.

Insiden tersebut terjadi pada Kamis (29/01/2026), saat jam istirahat terakhir. Korban diketahui berada di mes sekolah yang masih termasuk dalam kawasan resmi SMK Negeri 5 Ujan Mas. Namun dalam waktu singkat, handphone milik siswa tersebut raib dan hingga kini belum ditemukan.
Pihak sekolah membenarkan adanya laporan kehilangan tersebut. Melalui keterangan resmi kepada Liputan7news.com, SMK Negeri 5 Ujan Mas menyatakan telah melakukan klarifikasi internal dengan memanggil sejumlah siswa yang berada di sekitar lokasi kejadian melalui guru Bimbingan dan Konseling (BK).

“Laporan kehilangan memang ada. Guru BK sudah memanggil siswa-siswa yang berada di lokasi saat kejadian. Kami juga meminta orang tua atau wali murid datang ke sekolah untuk mencari penyelesaian,” ujar pihak sekolah.
Namun langkah tersebut dinilai belum menjawab substansi persoalan. Orang tua korban menegaskan bahwa hilangnya barang pribadi di dalam lingkungan sekolah bukan sekadar persoalan sepele, melainkan indikasi lemahnya pengawasan dan tanggung jawab institusi pendidikan.

“Kami menitipkan anak untuk belajar dan tinggal di lingkungan sekolah. Kalau di area sekolah saja barang bisa hilang, ini menjadi alarm serius. Karena itu kami memilih jalur hukum agar ada kepastian dan kejadian serupa tidak terulang,” tegas orang tua korban.

Pihak keluarga memastikan akan melaporkan peristiwa ini secara resmi ke Polsek setempat pada Senin mendatang, agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Langkah hukum ini diambil sebagai bentuk pencarian keadilan sekaligus peringatan agar keamanan peserta didik tidak lagi diabaikan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan lanjutan terkait hasil pemanggilan siswa, maupun adanya indikasi dugaan pelaku. Pihak sekolah menyatakan siap bersikap kooperatif dan menghormati proses hukum yang akan berjalan.

Kasus ini memicu reaksi keras masyarakat dan memunculkan desakan agar Dinas Pendidikan turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan, pengawasan mes sekolah, serta perlindungan hak-hak peserta didik. Publik menilai, sekolah tidak boleh hanya fokus pada proses belajar-mengajar, tetapi juga wajib menjamin rasa aman dan perlindungan maksimal bagi siswa.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan, sekaligus peringatan bahwa kepercayaan orang tua terhadap sekolah dapat runtuh jika keamanan anak-anak tidak dijadikan prioritas utama.

Jurnalis: Eko Suwito
Editor: Redaksi

Share:

Tinggalkan Balasan