BATU BANDUNG – Kasus kematian Gita Fitri di Kepahiang kini kian memanas. Di balik pernyataan resmi yang beredar, keluarga korban justru mengungkap fakta-fakta yang mengarah pada dugaan adanya kejanggalan serius dalam peristiwa tersebut.
Ibunda Gita secara blak-blakan menyatakan bahwa sejak awal dirinya tidak pernah percaya dengan penjelasan yang diberikan. Informasi mengenai penyebab kematian dinilai berubah-ubah dan tidak konsisten, seolah ada sesuatu yang disembunyikan.
“Kami tidak bodoh. Dari awal sudah banyak yang janggal,” tegasnya.
Kecurigaan itu semakin menguat saat keluarga melihat langsung kondisi jenazah korban. Ditemukan tanda-tanda yang menurut keluarga tidak selaras dengan penyebab kematian yang disampaikan.
Fakta ini memunculkan pertanyaan besar apakah benar ini murni sebuah peristiwa biasa, atau ada hal lain yang sengaja ditutupi?
Tak hanya soal kondisi korban, sorotan juga tertuju pada proses penanganan perkara. Keluarga menilai langkah aparat belum menunjukkan transparansi penuh. Bahkan, muncul dugaan bahwa proses hukum berjalan tanpa menggali seluruh fakta yang ada.
Situasi ini memicu reaksi keras dari pihak keluarga dan kuasa hukum. Mereka mendesak agar kasus ini dibuka secara terang-benderang, bukan sekadar formalitas penanganan perkara.
“Kami ingin ini diusut tuntas, bukan ditutup-tutupi. Jangan sampai hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas,” tegas pihak keluarga.
Desakan pun mengarah pada evaluasi total proses penyelidikan, termasuk kemungkinan dilakukannya pemeriksaan ulang terhadap saksi, alat bukti, hingga kronologi kejadian secara menyeluruh.
Publik kini ikut menyoroti kasus ini. Dugaan kejanggalan dalam penetapan tersangka dan arah penyidikan semakin memperkuat persepsi bahwa perkara ini belum sepenuhnya terang.
Jika benar ada fakta yang belum terungkap, maka ini bukan sekadar kasus kematian biasa melainkan ujian serius bagi penegakan hukum di daerah.
Keluarga korban hanya menuntut satu hal keadilan yang sebenar-benarnya.
Pewarta: JULIYANTI
EDITOR: REDAKSI






