Kota Malang Masih Kurang 6000 Orang Untuk Capai 60 Persen Vaksinasi Lensia

Malang, Liputan7News.com – Vaksinasi Covid-19 Kota Malang yang dianggap sudah mencapai Herd Immunity atau kekebalan komunal, sepertinya masih ada yang kurang.Sebab, untuk vaksinasi Covid-19 yang menyasar bagi para lansia, belum memenuhi target minimal, yakni 60 persen dari total lansia di Kota Malang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, untuk sasaran secara total bagi lansia, yang terdata ada sekitar 83.115 jiwa. Namun, untuk yang telah tervaksin, hingga saat ini masih berkisar 54 persen.

“Jadi kita kurang sekitar 6 ribu lansia lagi untuk mencapai target 6 persen,” ucap Husnul, Rabu (3/11/2021).Husnul berharap, jika target vaksinasi lansia bisa mencapai 60 persen, nantinya Kota Malang bisa saja masuk dalam PPKM Level 1.

Untuk saat ini, sesuai dengan Inmendagri No 57 Tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM Jawa-Bali mulai 2 November hingga 15 November 2021 mendatang, Kota Malang termasuk Kota Batu dan Kabupaten Malang masuk dalam kategori PPKM Level 2.

“Iya insyallah (bisa masuk Level 1 saat capaian vaksinasi lansia 60 persen),” harapnya singkat kata Husnul.

Husnul pun membeberkan kendala yang dialami untuk vaksinasi lansia di Kota Malang, yakni tertundanya para lansia untuk divaksin karena memiliki penyakit bawaan (komorbid).

“Kita harus cek lagi setiap minggu. Rata-rata hipertensi. Kalau berat, seperti jantung agak susah harus turun dulu tensinya. Maksimal 180 kalau dibawahnya 110,” menurut Husnul

Untuk kebutuhan vaksin bagi para lansia, Husnul bisa memastikan cukup untuk segera mencapai 60 persen.

Apalagi, ia pun juga optimis di tahun 2021 ini seluruh masyarakat, khususnya di Kota Malang bisa segera tervaksin seluruhnya.

“Kalau sasaran di Kota Malang kan kurang lebih 856 ribuan ya. Untuk dosis pertama kita sudah 95 persen secara umum dan dosis kedua sudah 72,06 persen,” kata Husnul.

Kemudian, stok vaksin secara keseluruhan yang dimiliki Dinkes Kota Malang saat ini sedang digencarkan bagi lansia dan dosis kedua untuk menyeimbangkan capaian dosis pertama dan kedua.

“Sinovac sekitar 36 ribuan. Kalau Astrazeneca hampir sama, kalau dijumlah sekitar 70 sampai 80 ribu dosis ada di kami,” pungkasnya ke awak media.

Pewarta : Dwi Suryono

Tinggalkan Balasan