KEPULAUAN RIAU-LIPUTAN 7.COM- Hari tak terasa panas karena suasana yang penuh keakraban antara sesama muballigh se kota Batam dalam satu forum.
Acara tersebut dihadiri oleh walikota Batam, Muh. Rudi dan rombongan serta para muballigh kota Batam dengan penuh keceriaan.
Rudi walikota Batam yang juga sebagai ketua Otorita Batam dalam sambutannya mengatakan bahwa muballigh adalah asset kota Batam yang selalu membawa keceriaan dalam bidang kerohaniaan yang siap mengantar Batam menjadi Bandar dunia madani.
Batam adalah kebanggan kita, Batam adalah simbol kita, maka Batam harus kita jaga bersama dan lindungi bersama serta kita sama sama membangun kota Batam. Beliau mengutip pidato bung Karno” BERILAH KAMI 1000 ORANG TUA UNTUK MENGGULINGKAN GUNUNG KELUD, TETAPI BERILAH KAMI 10 PEMUDA SAJA UNTUK MENGGULINGKAN DUNIA INI, demikian wali kota Batam mengakhiri sambutannya.
Selain itu Suyono ketua PERSATUAN MUBALLIGH KOTA BATAM dalam sambutannya mengatakan bahwa PMB adalah wadah kita tempat bercurah dan tempat berbagi ilmu, maka manfaatkan wadah ini dengan sebaik baiknya, dan inshaallah kita akan mengadakan pertemuan dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas muballigh setiap saat.
Suyono menambahkan bahwa persatuan muballigh kota Batam harus banyak membaca dan memperdalam ilmu karena kita semua setiap saat berhadapan dengan umat dan masyarakat.
Khaeruddin salah satu pengurus mesjid Alhikmah Hang Tua Batam kota sangat antusias mengikuti acara pelatihan ini dan berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut setiap saat kalau bisa fiadakan sekali dalam sebulan
Dia juga berharap Pelatihan pada hari ini sangat baik dan perlu di adakan minimal 3 bln sekali, dan mendatangkan nara sumber dari luar kota seperti dari Jakarta agar menggigitnya full.
Selain itu Utrianto salah seorang peserta dari Batam kota kepada awak media ini berpendapat bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat positif, sekaligus sebagai ajang silaturahmi, disamping untuk peningkatan kualitas SDM Para Muballigh juga dalam berdakwah untuk menjalankan kegiatan Dakwah Islamiyyah di kota Batam. Oleh karenanya kami berharap kegiatan ini minimal 2x dalam setahun jadilah demikian Utrianto mengakhiri pembicaraannya (Nursalim Tinggi)






