Pemkab Malang – BNPT Terus Koordinasi Demi Wujudkan Warung NKRI

Kepanjen Malang, Liputan7news.com – Pemerintah Kabupaten Malang bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus berkoordinasi dalam mempersiapkan sejumlah program yang dijalankan kepada mitra deradikalisasi dalam Kawasan Khusus Terpadu Nusantara (KKTN). Koordinasi tersebut dibahas Bupati Malang, Drs. H. M . Sanusi, M.M saat menerima kunjungan Kepala BNPT, Komjen. Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar, MH di Pendopo Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Sabtu (27/11) petang. Hadir pula dalam kesempatan ini, Kapolres Malang, AKBP. Bagoes Wibisono, para Kepala PD di lingkungan Pemkab Malang, Muspika dan Kepala Desa Lurah se Kecamatan Turen.

”Pertemuan ini untuk menindaklanjuti upaya untuk membangkitkan ekonomi di Kabupaten Malang melalui kerjasama antara Pemkab Malang bersama BNPT dan Universitas Islam Malang. Pemerintah Kabupaten Malang menyampaikan konsep terkait rencana pembangunan Warung NKRI yang juga dikolaborasikan menciptakan ketahanan pangan anti radikalisme di Kabupaten Malang dengan konsep Warung NKRI dan Anti Radikalisme di bagian depan, serta ada perikanan seperti pemancingan dan budidaya ikan Nila, perkebunan seperti dikreasi wisata petik melon, peternakan sapi dan kambing, serta banyak lagi kolaborasi sehingga menjadi wahana wisata di Turen,” jelas Bupati Malang saat membuka pertemuan.

Dalam kesempatan ini, Bupati Malang juga memperkenalkan sejumlah potensi yang sudah ada di Turen. Diantaranya, Turen sudah ada wisata besar yaitu wisata religi Masjid Tiban dan wisata desa Boonpring memiliki 74 spesies bambu yang sudah menjadi ikon nasional dan mendapat penghargaan 10 besar terbaik dari Kemenparkraf Republik Indonesia. Pemkab juga menunjukkan perencanaan tentang layout dan masterplan di atas lahan 15 hektar yang akan digunakan Warung NKRI beserta penunjangnya.

Terpisah, Komjen. Pol. Boy Rafli Amar menyampaikan, konsep Warung NKRI ini diperuntukkan untuk generasi muda jangan sampai disorientasi. Bahkan beliau berharap, generasi muda jangan sampai terpapar oleh ideologi kekerasan dan terorisme. Nanti pihaknya bersama Pemkab Malang merumuskan konsepnya melalui kerjasama. BNPT tidak bermaksud dan berpikiran mendapat keuntungan ekonomi ataupun memiliki aset milik Pemerintah Daerah. Namun pihaknya bertekad menciptakan kegiatan dan program kaitannya anti radikalisme dan koperasi eks napiter (Napi Teroris).

”Mohon eks napiter diizinkan bisa mengelola Warung NKRI bersama-sama. Mereka sudah mengikuti deradikalisasi dan kondisinya baik serta beda dari sebelumnya. Bahkan mereka ini bisa menjadi narasumber memberikan pengalamannya kepada adik-adik pelajar dan mahasiswa. Mereka kurang lebih 35 orang semuanya warga Jawa Timur seperti dari Kabupaten Malang sendiri, Mojokerto, Probolinggo, Surabaya dan Lamongan ini diharapkan sangat kooperatif dan bisa menjadi anggota koperasi, tujuannya pemberdayaan sekaligus monitoring aktifitas mereka sebagai bagian reintegrasi untuk kembali ke masyarakat. Utamanya, program pembinaan terhadap eks napiter diantaranya pembangunan fisik dan non fisik. Warung NKRI ini harus segera dibangun sehingga bisa segera digunakan,” harap Boy Rafli Amar.(dw surya)

Tinggalkan Balasan