Kepulauan Riau, LIPUTAN7NEWS.COM- Tak ada jarak dan waktu, untuk menjalin silaturrahim antara alumni SMP NEGERI KELARA Kab. Jeneponto Sulawesi Selatan.
Silaturrahim itu dilakulan dengan berbagai cara demi untuk mempererat silaturrahim, ada yang lewat pertemuan langsung seperti acara sunatan, acara pernikahan, acara akikah anak, acara takziah dan juga terkadang di pertemuan lewat zoom.
Wartawan media ini yang juga sekaligus dosen Universitas Riau Kepulauan mencoba mencatat perjalanan sesama alumni sejak bergabungnya di grup ini.
Ditahun yang lalu saya ketemu dg Nursila yang juga sebagai camat Kelara, saat itu saya bersama dengan beliau khatib jumat di kampung Balang Pasui, dan beberapa bulan kemudian ketemu lagi dengan beliau dengan acara yang sama. Saat itu saya sama sama dengan camat Kelara sholat jumat di Mesjid Nurul Jannah Tolo kota didampingi oleh pak sekcam Kelara, selesai acara dilanjutkan dgn makan gantala jarang di pasar tolo lalu lanjut makan buah pepaya di pekarangan rumah dinas camat kelara. Saat itu suasana kembali haru bercampur gembira setelah srkian puluh tahun masing-masibg berpisah dengan tujuan mengikuti langkah kaki masing masing
Di acara yang lain pernah juga wartawan media ini bercurhat pengalaman dengan saudara Rosmawati di Bungung Carammeng lewat telpon whatshap disaat telponan Rosmawati memperkenalkan keadaan dirinya dan keluarganya yang harmonis yang ternyata juga masih ada hubungan darah.
Rosma demikian panggilan akrab Rosmawati bercerita panjang lebar waktu sekolah di SMP Negeri Kelara. Dia menyampaikan suka dukanya waktu sekolah dan jalan kaki puluhan kilo baru nyampai di sekolah.
Rosma saat bercerita dengan wartawan ini yang juga sebagai teman alumni tahun 1987. Dia bercerita walaupun kita jalan kaki dengan jarak yang jauh tapi semua tak pernah ada keluhan malah tambah semangat karena kita jalan kaki dengan rombongan.
Di saat mulai jalan Bungung carammmeng, lama lama kita ketemu dengan orang Samataring setelah menyeberang sungai Kalobbang, dan melewati sungai itu tidak lama kemudian sampailah kita di sebuah kampung yang ramai yang namanya Balangpasui, setelah sampai di kampung itu ketemu lagi dari puluhan siswa dengan tujuan yang sama yaitu menuju sekolah tercinta yaitu SMP Negeri Kelara.
Waktu terus berjalan akhirnya saya lalui lagi kampung Balangpasui dan masuk ke sebuah kampung yang namanya kampung Balombonga. Disitu ketemu lagi sesama siswa dengan tujuan yang sama yang berasal dari Paranglabbua, Tompo Kelara, terus kaki seakan tak pernah capek dengan jalan kaki.
Saat itu ada yang jalan santai terkadang ada juga yang lomba jalan kaki, akhirnya tak terasa melewati kampung cambajawa dan setelah jam tangan menunjukkan 06.20 WITA maka sampailah kita di SMP kelara dengan terkadang baju basah karena genangan keringat yang mengalir di badan.
Memang kenangan masa lalu tak seindah perjalanan dengan anak jaman sekarang yang dimanja dengan naik motor dan bahkan ada yang naik mabil demikian Rosma terus melanjutkan pembicaraan kepada saya yang juga sebagai teman alumni, seakan-akan Rosma ingin terus membicarakan pengalaman yang tak terlupakan sejak puluhan tahun yang bersama teman seperjuangan masa lalu yang penuh canda tawa terkadang bercampur haru.
Sungguh dengan cangginya zaman ini, yang jauh semakun dekat seakan tak ada batas, ruang dan waktu. Terakhir wartawan koran ini video call dengan teman alumni yang namanya Makmur dari Bontolebang tepatnya hari Senin, 6 Juni 2022 di saat jam dinding menunjukkan pukul 15.00 Wib waktu Batam, kami berbicara pengalaman masa lalu disaat sama-sama srkolah di SMP Negeri Kelara. Dia juga menyampaikan bahwa baru 3 bulan saya dipinah tugaskan dari kesatuan TNI yang tadi saya di tugaskan di Kendari srkarang saya di tugaskan di Makassar.
Makmur yang juga anggota TNI yang sekaligus teman satu angkatan di SMP Negeri Kelara menambahkan bahwa inilah jalan hidup kita masing-masing ada yang jadi tentara, ada yang jadi guru, ada yang jadi dosen, ada yang kerja di pemerintahan dan selain dari itu sudah banyak juga saudara kita yang meninggal dan mendahului kita. Demikian makmur mengakhiri percakapannya lewat video call. (Nursalim Tinggi).






